Tampilkan postingan dengan label Level 11. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Level 11. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Januari 2018

Fitrah Seksualitas: Memasak Profesional

Memasak...
Selama ini identik dengan kaum hawa dan dianggap sebagai pekerjaan feminin.

Sejauh ini, praktek pembagian tugas domestik di rumah kami sih secara umum tidak terlalu membedakan gender. Semua anak punya tanggungjawab yang sama terhadap pekerjaan rumah tangga. Menyapu, mengepel, cuci piring, cuci baju masing-masing, setrika, beberes kamar dan rumah semua dilakukan bersama.
Termasuk juga dengan memasak dalam level ringan. Seperti menanak nasi, menggoreng telur. Anak-anak juga sering berkreasi sederhana membuat masakan semau gue sesuai keinginan hati.

Ya karena saya belum menemukan referensi ayat ataupun sunnah yang menyebutkan bahwa tugas domestik rumah tangga, termasuk memasak adalah kewajiban perempuan.
Jadi ketimbang goreng telur, rebus mie instan atau masak sayur yang sederhana aja sih gak apa kali ah anak cowok juga ikutan.


Naaaah
Sejak si sulung Rhuma memutuskan masuk SMK jurusan Jasa Boga, paradigma saya jadi sedikit bergeser.
Saya jadi tahu banyak info kuliner dan memasak dari Rhuma.
Ternyata dalam level profesional, memasak itu termasuk pekerjaan lelaki.

Jangan bayangkan didominasi oleh golongan cowok melambai ya.
Karena ternyata pekerjaan di are food and beverages itu menuntut kekuatan fisik yang mumpuni. Dan seorang wanita diasumsikan tidak cukup kuat untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan fisik di dapur berstandard internasional. Angkut dan cuci piring kaca tebal hingga ribuan buah dalam hitungan waktu sekian jam. Memindahkan aneka alat masak yang berat. Dan sebagainya.

Dua minggu terakhir Rhuma memulai PKL, yang dijadwalkan akan berlangsung selama 6 bulan ke depan, di salah satu hotel berbintang di pusat Jakarta.



Jadilah setiap hari selama dua minggu ini saya mendengar kisah kasih di dapur. Hotel Sari, tempat Rhuma PKL, ternyata salah satu yang memiliki ragam jenis dapur terlengkap.

Ada dapur khusus masakan Jepang, masakan Cina, masakan western, masakan tradisional. Dapur butcher atau olah daging. Juga dapur pastry.

Hal pertama yang ditanyakan chef kepala saat bertemu Rhuma adalah "Kamu spesialis di dapur apa? Bukan pastry kan?"

Jawab Rhuma "Bukan chef. Saya hot kitchen."
Kata sang Chef, "Bagus.. Saya paling malas kalau ketemu cowok spesialis pastry. Biasanya pasti melambai."

Hohoho...
Info baru nih untuk saya.
Ternyata area pastry itu identik dengan kaum hawa. Karena membutuhkan sense  dan taste serta kelembutan juga kejelian wanita. Maka kaum adam yang nyemplung di ranah pastry, umumnya adalah mereka yang juga memiliki sense, taste, kelembutan dan kejelian wanita.



Di lain hari Rhuma berkisah tentang kunjungannya ke dapur butcher, area perdagingan. Dengan alat-alat potong daging dan tulang yang lebih mirip perkakas pertukangan. Gergaji mesin beraneka model dan ukuran. Bermacam golok super besar. Di dapur ini bisa dipastikan tak ada personel wanita hehe. Gak bakal kuat angkat alatnya, kata Rhuma.

Cerita dapur butcher membuat saya teringat kisah Mahabharata. Saat pandawa dikisahkan menyamar di negara Wirata dalam pembuangan mereka, tokoh Bima yang berbadan paling besar pun diceritakan menyamar sebagai tukang masak dan tukang potong daging di dapur istana wkwkkwkwk.

Jadi..
Masih keukeuh berpikir bahwa memasak bukanlah ranah pekerjaan lelaki?




#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak
#day16


Read more

Kamis, 18 Januari 2018

Fitrah Seksualitas: Membalungsumsum?

Malam setelah pemakaman Opung, kami sekeluarga menginap di rumah Opung. Untuk menemani Mama Opung.

Perbedaan paling nyata antara rumah kami dan rumah Opung adalah: air conditioner.

Saya masih keukeuh tak mau pasang AC di rumah dengan berbagai pertimbangan. Termasuk pertimbangan dari sisi tumbuh kembang anak.

Sementara rumah Opung full AC. Tak hanya di semua kamar tidur. Tapi juga seluruh ruangan, ruang tamu, ruang makan hingga dapur pun terkena jangkauan dinginnya AC.

Semua anak saya cukup bisa beradaptasi dengan perbedaan tersebut. Karena nyaris tiap weekend dan liburan menginap di rumah Opung. Semua, kecuali Rihal.

Si Bungsu ini adalah satu-satunya anak saya yang terbilang sangaaaat jarang menginap di rumah kakek nenek. Baik di rumah Opung, ataupun rumah Eyang.

Sehingga ada sedikit kekhawatiran timbul. jika Rihal kedinginan, saya khawatir dia tak bisa menahan hasrat untuk buang air di dalam tidurnya. Bahasa kerennya: ngompol.

Menjelang pukul 23.00 saya membangunkan Rihal yang sudah pulas untuk menggiringnya  buang air kecil ke kamar mandi. Namun kelelahan membuat Rihal tidak terbangun betapa pun saya berusaha mengguncang tubuhnya.

Karena saya pun dalam kondisi lelah luar biasa, akhirnya saya putuskan memakaikan diapers sebagai langkah antisipasi.

Saat saya menarik celananya turun dengan maksud untuk membuka celana, ternyata dalam tidurnya tangan Rihal reflek bergerak menahan agar celananya tidak terbuka. Dan menariknya lagi ke atas pada posisi semula.

Berulangkali terjadi hal yang sama. Seolah mengirim pesan lewat gesture "hey.. Ini tubuhku!!! Jangan melakukan apapun pada tubuhku tanpa seizinku!!!"

Saya jadi bertanya dalam hati. Apakah ini yang dimaksud pemahaman akan fitrah seksualitasnya sudah membalungsumsum? Apakah ini berarti Pemahaman untuk menjaga tubuh dan aurat yang sudah merasuk hingga ke darah daging dan tulang?.
Sehingga dalam kondisi tidur pun Rihal berjuang mempertahankan agar auratnya tidak terbuka tanpa seizinnya.

Setelah berungkali terjadi hal yang sama, akhirnya Rihal terbangun dan menurut digandeng ke kamar mandi. Padahal sebelumnya saya sudah mengguncang, membolak balik, mengangkat, menarik tubuhnya agar terbangun, tapi sia-sia.

#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak
#day15


Read more

Fitrah Seksualitas: Dont Touch Me!

Tanggal 1 Januari 2018 kemarin, Rihal terjatuh dari pohon ceri di RPTRA komplek rumah kami. Lumayaaaaan hehe... Mendapat 10 jahitan di kening serta memar sedikit retak di tangan kanan.

Sehingga tangan kanannya disarankan untuk tidak digunakan beraktivitas dulu. Akibatnya, Rihal membutuhkan bantuan untuk melakukan beberapa hal. Di antaranya: mandi.

Sejak usia 5,5 tahun Rihal sudah terbiasa mandi sendiri dan bebersih istinja sendiri. Baik b.a.k maupun b.a.b...
Kali ini saat saya membantunya mandi, ternyata Rihal sudah tidak lagi mengizinkan siapapun, termasuk ibunya sendiri, untuk menyentuh area pribadi tubuhnya.

Saya diperbolehkan membantu menyiramkan air, menyabuni punggung, kaki dan tangan yang sulit dijangkaunya. Tetapi untuk tubuh bagian depan dan area pribadi depan belakang, Rihal keukeuh untuk menyabuni sendiri semampunya dengan tangan kiri.

#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkutkanFitrahSeksualitasAnak
#day14
Read more

Rabu, 17 Januari 2018

Fitrah Seksualitas: My Room My Bed

Salah satu bagian terpenting dan mendasar dari penanaman fitrah seksualitas pada anak adalah, memisahkan kamar dan tempat tidur mereka dari orangtua.

Hal ini bukan saja dianjurkan oleh para psikolig dan pakar parenting, tapi juga tercantum dalam sunnah Rosul sejak berabad lampau.

Alhamdulillah, sejak usia balita semua anak sudah berpisah kamar dan tempat tidur dari orangtua. Dan anak lelaki serta perempuan menggunakan kamar yang berbeda.

Berhubung terbatasnya kamar di rumah kami, sedangkan ada 4 orang anak lelaki plus seorang gadis cilik, maka kami perlu sedikit menurunkan idealisme dan ekspektasi.

Jika harapan ideal adalah setiap anak memiliki satu kamar tersendiri nampaknya masih sulit terealisasi. Maka kami menyiasati pembagian kamar agar tetap sesuai sunnah.

Saya dan suami menempati satu kamar tersendiri. Keempat bujang harapan bangsa bergabung dalam satu kamar menggunakan dua pasang tempat tidur susun bertingkat. Jadi tiap anak tetap memiliki tempat tidur sendiri. Dan satu anak gadis kecil menempati kamarnya seorang diri.

#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MenumbuhkanFitrahSeksualitasAnak
#day11
Read more

Senin, 15 Januari 2018

Fitrah Seksualitas 10 - review

Hari terakhir presentasi diisi dengan penampilan dari Kelompok 9 (mbak Khurie, mbak Selviana dan mbak Anten). Mengambil judul "Peran Penting Keharmonisan Keluarga dalam Perkembangan Fitrah Seksualitas Anak".

Meletakkan Keharmonisan pasangan suami istri sebagai landasan dasar dari penanaman fitrah seksualitas anak.

Sebab jika hubungan suami istri harmonis, maka sangat mempengaruhi dan mendukung profesionalitas saat menjalankan peran sebagai ayah dan ibu bagi anak-anak.

Dan ayah dan ibu yang berperan sesuai fungsinya,akan menjadi role model bagi anak-anak dalam proses penanaman fitrah seksualitas dari segala aspek.

Sehingga skemanya kurang lebih seperti ini:

Pasutri harmonis >> ayah dan ibu profesional >> penanaman fitrah seksualitas anak akan lebih mudah.

Kelompok 9 sangat komplit memberi tips untuk menjaga keharmonisan pasutri. Mulai dari saling memahami, keterbukaan, mengembangkan komunikasi efektif hingga tips urusan ranjang yang ternoda pun dibahas tuntas hehe...

Link materi Kelompok 9:

http://bit.ly/Presentasi_Kelompok9_BunsayIIP

#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak
#day10
Read more

Minggu, 14 Januari 2018

Fitrah Seksualitas 9 - review

Hari ke sembilan menampilkan presentasi dari Kelompok 10 ( mbak Yunita Dury dan mbak Ulfah). Penampilan tiap kelompok makin-hari makin seru dan saling melengkapi..
#laf.laf

Materi kelompok 10 ini banyak memaparkan dampak dan konsekuensi, apabila Fitrah Seksualitas dalam segala lini tidak tertanam dengan baik pada diri anak-anak kita. Bukan hanya berdampak secara fisik, dan seksual saja, namun juga dampak sosial dan spiritual.



Kelompok 10 ini juga menilik korelasi hubungan antara fitrah seksualitas dan peran orang tua. Menurut kelompok 10, ayah dan ibu yang membagi peran secara seimbang, dan dengan profesional memberi suri tauladan terhadap peran masing-masing, sangat mempengaruhi keberhasilan penanaman nilai dan membangkitkan fitrah seksualitas anak.

Karena anak-anak akan lebih menyerap nilai-nilai akan fitrah keayahan dan fitrah keibuan melalui contoh nyata yang dilihat dan dirasakan sehari-hari dari orangtua mereka.


Yess...
Saya setuju buangeeeet bagian ini.
Nilai-nilai kehidupan, termasuk nilai tanggungjawab, sebagai bagian fitrah laki-laki dan perempuan yang di masa depan akan menjadi orangtua, hanya dapat meresap mendarah daging dengan regenerasi nilai melalui contoh nyata sehari-hari, bukan melalui nasihat dan tutur-tutur kalimat berpanjang lebar tanpa ,merasakan pengalaman batin nyata.

Link materi Kelompok 10:

https://docs.google.com/document/d/1LN5adAcpJI0acRa4Fux647C6gUIMqLeQgsOr_SacpXo/edit?usp=drivesdk

#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#Level11
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak
#day9
Read more

Kamis, 11 Januari 2018

Fitrah Seksualitas 7 - review

Kelompok 7 beranggotakan master suhu mbak Natalia Intan dan mbak Tanty.  Sajian utama presentasi kelompok 7 ini adalah (menurut saya) tantangan gender yang berkaitan dengan fenomena perilaku anak-anak atau remaja yang cenderung tak sesuai dengan perkembangan usia mereka.

Adanya sebagian anak usia pra aqil baligh dan aqil baligh yang berperilaku lebih dewasa melebihi usianya. Sehingga menjadi terlalu cepat matang dan dewasa. Dan berperilaku yang belum pantas dilakukan, seperti semakin agresif mengungkapkan rasa pada lawan jenis, dan perilaku lain yang berkaitan dengan tindakan fisik terhadap lawan jenis.

Ada pula sebagian anak yang justru sebaliknya, terpapar sindrom Cinderella Complex. Sangat belum matang menurut standard usianya dan jauh dari gambaran kemandirian. 
Fenomena Cinderella Complex ini saya alami sendiri terjadi pada salah satu murid saya. Di usia 12 tahun (kelas 7) tapi belum bisa memasangkan kancing baju sendiri. Belum bisa memakai tali sepatu sendiri. Belum bisa berpakaian sendiri.
Keterampilan sangat dasar sebagai manusia belum di kuasai di usia yang sudah memasuki masa aqil baligh.

Menurut mbak Intan dan mbak Tanty, untuk menghindari fenomena-fenomena tersebut di atas, sangat penting untuk memberikan sumber literasi dan informasi yang sesuai dengan tahapan usia setiap anak. Juga pembagian peran yang seimbang antara Ayah dan Ibu dalam pola asuh dan kehidupan sehari-hari.

Link materi Kelompok 7:

https://drive.google.com/open?id=10foyAjPC7U8JRF4cYxoxOT7huWt2oOwm

#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitas
#day7
Read more

Rabu, 10 Januari 2018

Fitrah Seksualitas 6 - review

Game level 11 ini memang luarrrr biasaaah..
Setiap hari selalu ga sabar menanti tayangan presentasi teman-teman Kelas Bunsay di grup.
Selalu ada hal baru, ilmu baru, sudut pandang baru yang bisa diambil dari presentasi teman-teman tersayang ini.

Semalam giliran kelompok 6 yaitu, mbak Dian Oktoria, mbak Inten Ratna dan mbak Ira Murdiyaningsih yang menyampaikan presentasi mereka.
Mengambil tema besar tentang antisipasi dan pencegahan virus LGBT sejak dini.

Buanyak info baru yang saya bintangi di grup wa semalam hehe.

Menurut kelompok 6, salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran gerakan LGBT adalah dengan mendidik fitrah seksualitas anak sejak dini, yaitu sejak usia 0-6 tahun.

Salah satu point yang menjadi perhatian saya adalah tentang pentingnya posisi tidur miring ke kanan sesuai sunnah Rasulullah. Saya baru tahu bahwa ternyata ada peran penting dari posisi tidur miring ke kanan ini terhadap fitrah seksualitas dan syahwat manusia.



 💬 Kenapa posisi miring ke kanan gak kekiri atau tengkurap❓

📌 Menghindarkan anak dari sesuatu yang dapat menimbulkan rangsangan seksual

✍ Diantara tanggung jawab terbesar yang diwajibkan islam kepada pendidik (orang tua) ialah menghindarkan anak dari segala yang membangkitkan rangsangan seksual dan segala hal yang merusak akhlak sedini mungkin salah satu solusinya adalah dengan melatih anak tidur dalam posisi miring ke kanan.

✍ Rosulullah SAW mengajarkan kita dan anak kita tidur dengan posisi miring ke kanan seperti yang sudah tercantum point 7 diatas.

Posisi yang demikian akan mencegah timbulnya nafsu syahwat bagi si anak. Sementara itu, Rosulullah SAW juga menjelaskan tentang cara tidur setan, yaitu *tidur dengan posisi telungkup atau tengkurap, yang dapat mempengaruhi nafsu syahwat.*

Oleh karena itu, jika orang tua melihat dan menemukan anaknya tidur dalam posisi tengkurap, maka hendaklah orang tua mengubah posisi tidur anaknya dan mengarahkan anaknya agar mencontoh cara Rosulullah SAW.


Beberapa point penting dalam mendidik fitrah seksualitas pada anak usia dini adalah:

1. Buat Anak Mengerti Tentang Identitas Seksualnya.

  • Anak sudah harus bisa mengetahui identitas seksualnya sejak berusia 3 tahun

2. Rawat Rasa Malu yang Fitrahnya Ia Rasakan ketika Bagian Tubuhnya Terlihat Orang Lain.

  • Biasakan untuk tidak mengumbar aurat anak sejak usia bayi.

3. Ajarkan Anak Melindungi Dirinya dari Kejahatan Seksual

  • Antara lain dengan mengajarkan jenis-jenis sentuhan aman dan tidak aman

4.Latih Anak Mengucapkan Salam dan Meminta Izin ketika Masuk Rumah atau Kamar Orangtua

  • Biasakan anak untuk meminta izin sebelum memasuki kamar orangtua atau saudara kandungnya.

5. Biasakan Anak untuk Menundukkan Pandangan 

  • Latih anak untuk menundukkan pandangan terutama terhadap lawan jenis.

6. Latihlah Anak untuk Menutup Aurat

  • Ajarkan anak untuk berpakaian sesuai syariah sejah usia dini.

7. Latih Anak Tidur dalam Posisi Miring ke Kanan

8. Mulai Pisahkan Tempat Tidur Anak

  • Maksimal usia 10 tahun anak sudah harus tidur terpisah dari orangtua.

9. Jauhkan Anak dari Ikhtilat (campur baur antara laki-laki dan perempuan).

Link materi Kelompok 6:

https://drive.google.com/file/d/1-ySi3TexHeVICGvdpIpE5vO8ed0nyB--/view?usp=drivesdk


#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitas
#day6






Read more

Selasa, 09 Januari 2018

Fitrah Seksualitas 5 - review

Presentasi kelompok 5. Melihat list nama member kelompok 5 saja sudah membangkitkan minat saya..
Kenapa?
Karena manusia-manusia penghuni kelompok ini adalah mereka yang berjiwa muda dan luarrrr biasa kreatifnya..
Terdiri dari mbak Sophia, mbak Anggita dan mbak Utami.

Kelompok 5 memilih pembahasan tentang antisipasi dan pencegahan terhadap pelecehan seksual anak sebagai main course sajian presentasi mereka.

Mereka memperkenalkan Workshop CHILD SAFETY AND SECURITY sebagai salah satu langkah antisipasi pencegahan 'sex abuse' pada anak.


Workshop Child Safety and Security ini mengadaptasi konsep lampu lalu lintas. 
Seperti lampu lalu lintas, ajarkan anak untuk mengenali bagian-bagian tubuh yang termasuk kategori area "boleh sentuh" atau tidak. (lihat gambar di atas)

lampu merah = berhenti, 
lampu kuning = hati-hati, dan juga 
lampu hijau = boleh.



Child Safety and Security sudah bisa diperkenalkan pada anak mulai usia 2 tahun. Alat peraga yang digunakan juga sangat sederhana. Bisa berupa karton dan spidol warna merah, kuning, hijau.

Untuk menanamkan awareness pada anak sebagai antisipasi kejahatan seksual, workshop sederhana ini bisa dilakukan berulang setiap 6 bulan sekali.


Link materi kelompok 5:

https://drive.google.com/open?id=1u8XpW8V2MvtygZ-G-mbhbq7OwA5XGmvW

#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitas
#day5

Read more

Minggu, 07 Januari 2018

Fitrah Seksualitas 3 - review

Kelompok 3 di kelas Bunsay Tangerang Tangsel adalah mbak Mega dan saya sendiri. Dan kemarin adalah giliran kami melakukan presentasi untuk game level 11 ini. Dan berikut sedikit ulasannya....

Karena Fitrah Seksualitas sejatinya tak melulu berkisah seputar selangkangan semata, maka kami mencoba mengulas Fitrah Seksualitas dari sisi yang lain.

Yang pertama kami tentukan adalah metode edukasi. Memutuskan menggunakan ASK TO SOLVE (ATS) sebagai metode edukasi.

Aturan main dari ATS ini sangat sederhana, yaitu:

🍭 Berikan satu *keywords/ tema pada anak-anak. (notes: keywords dapat berbentuk gambar, dongeng, tayangan dll)

🍭 Minta anak untuk *membuat beberapa pertanyaan* berkaitan dengan keywords yang diberikan. (kali ini kami meminta setiap anak untuk membuat 2-3 pertanyaan)

🍭seluruh pertanyaan yang terkumpul akan dibahas bersama.

🍭sebutkan pertanyaan satu per satu, dan tawarkan pada anak-anak apakah ada yang *mau/bisa* menjawab. 

🍭jika tidak ada yang bisa menjawab, maka jawaban akan dicari bersama dengan bantuan media literasi yang ada (buku bacaan, internet dll)


Notes untuk para orangtua:

Ga usah  baper tak perlu gengsi jika tak bisa menjawab (itulah fungsinya bahan literasi diciptakan di muka bumi) ...
Pertanyaan anak-anak seringkali tak terduga bikin bengong

*dijamin* akan ada (mungkin banyak) pertanyaan ananda yang membuat kita speechless tak berdayaaaa... (ada pelangi di bola matamuuu... #eh?)

Setelah beberapa tahun mengaplikasikan ATS ini dalam beragam tema dan topik,saya makin membuktikan betapa dahsyat dan luar biasanya THE POWER OF ASKING dalam melatih kemampuan berpikir kreatif.



Dan ternyata banyak sekali manfaat kegiatan ini, antara lain:

✅ Melatih anak untuk jeli menemukan masalah dan mengatasinya (problem solver)
✅ Melatih daya juang anak untuk mencari solusi
✅ Melatih anak untuk berani 'speak up' dan bertanya
✅ Melatih rasa percaya diri
✅ Melatih berpikir kritis dan kreatif
✅ Melatih anak untuk memahami, bahwa untuk satu obyek yang sama, bisa jadi ada berbagai pendapat dan sudut pandang yang berbeda
✅ Melatih anak menghargai perbedaan pendapat dan sudut pandang
✅ Melatih anak untuk bersabar (antri untuk bertanya dan menunggu pertanyaannya terjawab)
✅ Melatih anak mendengar aktif
✅ Sarana mempererat bonding keluarga


Berkaitan dengan tema FITRAH SEKSUALITAS, maka keyword yang kami berikan kali ini adalah:

PERBEDAAN LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN


Seperti biasa, pertanyaan-pertanyaan yang terkumpul sangat warrrrbiyaaasaaahhhh...
Membuat kami tepuk jidat, mengernyit dan ingin angkat bendera putih...

Karena untuk beberapa pertanyaan, membuat kami bingung bahkan untuk sekedar menuliskan keyword di laman google saat akan mencari referensi jawabannya.


Inilah keseluruhan pertanyaan dan link penjelasan logis jawabannya:
Pertanyaan Acha (8th)
1⃣ Kenapa suara laki-laki bisa berubah?

http://m.detik.com/health/read/2011/05/15/100548/1640058/763/

 http://palingseru.com/71525/ini-alasan-kenapa-pria-punya-jakun-dan-wanita-tidak-kamu-mau-tahu

2⃣ kenapa laki-laki punya jakun, perempuan tidak?

Pertanyaan Virnie (10th)
 https://www.motherandbaby.co.id/article/2017/5/12/8015/Inilah-Penyebab-Anak-Perempuan-Jadi-Tomboy

3⃣Kenapa anak perempuan bisa tomboy?

 http://campurartikelku.blogspot.co.id/2015/08/6-fakta-unik-tentang-bokong-cewekcowok.html?m=1

4⃣ Kenapa bokong wanita lebih besar daripada laki-laki? 🙈😁

 https://www.hipwee.com/hubungan/5-alasan-kenapa-cewek-dianggap-makhluk-paling-manja-sedunia-oleh-cowoknya/

5⃣ Kenapa wanita lebih manja daripada laki-laki? 😋

Pertanyaan Azza (11th)
 http://www.konsultasislam.com/2011/05/apakah-suara-wanita-aurat.html?m=1

6⃣mengapa suara perempuan termasuk aurat, tidak seperti laki-laki?

 http://hafizamri.com/adakah-suara-wanita-itu-aurat/

6⃣ mengapa suara perempuan termasuk aurat?

 http://www.ummi-online.com/bolehkah-wanita-menjadi-imam-shalat.html


7⃣ kenapa perempuan tidak boleh menjadi imam sholat berjamaah di mesjid?

 https://almanhaj.or.id/122-hukum-adzan-dan-iqomat-bagi-wanita.html

8⃣ kenapa perempuan tidak boleh adzan di mesjid?

 http://www.fikihkontemporer.com/2012/11/hukum-adzan-bagi-wanita-dan-alasannya.html?m=1

8⃣ kenapa perempuan tidak boleh adzan di mesjid?

Pertanyaan Raymahi (12th)
 https://www.kompasiana.com/syahirulalimuzer/laki-laki-memang-seharusnya-melindungi-perempuan_5734097283afbdb426136775


9⃣ kenapa laki-laki harus melindungi perempuan?

 https://m.merdeka.com/teknologi/ini-perbedaan-penting-antara-tubuh-pria-dan-wanita.html

Penjelasan tambahan untuk pertanyaan no 9⃣

Untuk menjelaskan perbedaan anatomi yang menyebabkan perbedaan kekuatan tubuh laki-laki dan perempuan

Pertanyaan Rihal (8th)

 http://rikzamaulan.blogspot.co.id/2011/05/hukum-menyerupai-laki-laki-menyerupai.html?m=1


🔟 kenapa kalau solat perempuan ga boleh pakai peci ?

1⃣1⃣ Kenapa kalau solat laki2 ga boleh pakai mukena

 http://syahidahnurrohmah.blogspot.co.id/2013/01/keutamaan-memakai-sorban.html?m=1


1⃣3⃣ kenapa orang arab pakainya sorban? Orang indonesia pakai peci?

#emakmanyun 😪 https://m.kumparan.com/@kumparanstyle/mengenal-thawb-gamis-pria-arab-yang-menjadi-simbol-kesederhanaan.amp

1⃣4⃣ Kok baju laki-laki Arab juga seperti daster perempuan?

#pertanyaan ini sempat bikin bingung, keywords apa ya yg harus diinput untuk gugling 🤷‍♀

Alhamdulillah dapat bala bantuan dari mb mega 😘😘😘
Mauliate kakak mega
http://www.duniaeni.com/2016/11/baju-pria-dan-sejarah-baju.html?m=1

Penjelasan tambahan pertanyaan no 1⃣4⃣


Merujuk pada pertanyaan-pertanyaan di atas...
Maka kami menyimpulkan bahwa:

🔱Kebutuhan edukasi  untuk *Acha, Virnie dan Rihal* saat ini adalah:

Fitrah Seksualitas yang berkaitan dengan
⏩ perubahan fisik laki-laki dan perempuan
⏩ sisi psikologis laki-laki dan perempuan
⏩ perbedaan perilaku laki-laki dan perempuan

🔱kebutuhan edukasi bagi *Azza dan Raymahi* yang jelang memasuki masa akil baligh adalah:

Fitrah seksualitas yang berkaitan dengan
⏩ aspek sosial dan spiritual laki-laki dan perempuan 
⏩ perbedaan fungsi/peran/tugas laki-laki dan perempuan, baik secara nilai dan norma masyarakat maupun secara hukum Qur'an Hadist..
Sebagai persiapan untuk menjalankan peran sebagai *suami/istri serta ayah/ibu* di masa depan

Link materi Kelompok 3:

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10209099315714819&id=1676616764

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10209115042747985&id=1676616764

#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitas
#day3

Read more

Fitrah Seksualitas 2 - review

Kelompok 2 untuk game level 11 Kuliah Bunsay Tangerang Tangsel digawangi oleh mbak Amlika, mbak Wulan dan teh Kurmiyati, yang menyebut diri mereka sebagai tim Menari

Tim Menari mengupas FITRAH SEKSUALITAS dengan menyoroti sisi biologis pada umumnya, dan orientasi seksual khususnya. Membalut pembahasan Fitrah Seksualitas ini dengan banyak ayat dan dalil penunjang secara Quran Hadist.

Kelompok 2 ini sangat lengkap memberikan referensi ayat dan dalil. Sehingga kesimpulan utama saya setelah menyimak video dan penjabaran materi tim Menari adalah:

Masa boleh berganti. Zaman bisa jadi makin edan. Tantangan hidup berkaitan dengan fitrah seksualitas manusia juga makin menantang. 

Tapi Allah tidak  memberikan tantangan dan ujian tanpa menyediakan "tools" dan senjata untuk menghadapinya.

 Semua amunisi untuk menghadapi tantangan apa pun sudah tersedia lengkap dan komplit dalam kitabNya.


Link materi Kelompok 2

https://docs.google.com/document/d/1vy_0mRq6sfucVgLwyzQC4uW61-1SsT7qyf_UBSK_084/edit?usp=drivesdk

https://drive.google.com/file/d/1gjpZUp1KfGtLSsNEowajfzqXS-_H8cAe/view?usp=drivesdk

#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak
#day2
Read more

Jumat, 05 Januari 2018

Fitrah Seksualitas 1 - review

Kelas Bunsay Tangerang Tangsel batch 1 saat ini memasuki game level 11.
Kali ini kami bekerja sebagai tim dengan peserta lain (saya berada satu tim dengan kakak Mega Amdayana .. Yeaaaayyy...)

Tema game level 11 ini adalah FITRAH SEKSUALITAS. Setiap hari ada satu tim yang melakukan presentasi tugas.

Presentasi pertama kemarin dipersembahkan oleh kelompok 1, yaitu mbak Nani Nurhasanah dan mbak Irma.
Menampilkan materi yang ciamik dengan menggunakan media video motion yang kece badai.. (hmmmmppph saya sih nyerah deh kalau disuruh bikin video motion macem tuh #pemalas)


Mbak Nani dan mbak Irma menyorot isu LGBT dan antisipasinya sebagai konten utama bahasan presentasi mereka.
Berikut secuplik materi video motionnya:



Dan berikut solusi untuk mengantisipasi tantangan LGBT dan hilangnya sosok ayah-ibu menurut mbak Nani dan mbak Irma


Sedikit tambahan tentang LGBT berdasarkan referensi yang saya tahu.
Lesbi/gay itu BERBEDA dengan transgender.

Lesbi dan gay adalah orientasi ketertarikan seksual kepada sejenis. Perempuan ke perempuan. Atau lelaki ke lelaki.

Sedangkan transgender itu berkaitan dengan soul/jiwa yang berada dalam tubuh yang salah. Misalnya merasa jiwanya sebagai perempuan tetapi berada di tubuh laki-laki.

Karena itulah kaum gay tak selalu melambai (bahkan banyak yang memiliki tampilan macho) atau ingin berganti kelamin menjadi wanita. Sebab seorang gay belum tentu juga seorang transgender.

Ambil contoh kasus Bruce Jenner, mantan atlet macho olimpiade yang berganti kelamin menjadi wanita. Padahal punya anak dan istri.
Sebab secara Bruce  Jenner adalah transgender (secara fisik adalah lelaki, tapi memiliki jiwa perempuan) yang memiliki orientasi seksual kepada perempuan.

Sehingga dalam kacamata kaum transgender dianggap sebagai lesbi transgender.. Karena berjiwa perempuan dan memiliki orientasi seksual kepada perempuan.


Atau seperti pada kasus Ian n Joey Mead King, sosialita Filipina. Ian dan Joey adalah sepasang suami istri.
Awalnya Ian dikenal sebagai cowok ganteng macho pebisnis sukses. Sedangkan Joey seorang model dan presenter cantik. Mereka saling mencintai, menikah dan memiliki rumah tangga idaman.
Hingga Ian memutuskan menjadi transgender bernama Angelina.

Ian/ Angelina dan Joey tetap bersatu dalam tali pernikahan. Karena orientasi seksual Ian bukan kepada laki-laki, tapi ke perempuan, sehingga cintanya tetap adalah Joey. Dan Joey dapat menerima dan mencintai Ian apa adanya.



Link materi Kelompok 1:

http://bit.ly/FitrahSeksual

#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

  • #day1


Read more
Designed By Risa Hananti. Diberdayakan oleh Blogger.