Tampilkan postingan dengan label Tantangan 10 Hari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tantangan 10 Hari. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Februari 2018

EDMODO

Edmodo adalah aplikasi yang menunjang proses kegiatan belajar mengajar sekolah.
Di SMKN 60 Jakarata, sekolah Rhuma, apkikasi ini dimanfaatkan untuk menyimpan banyak materi tugas dari guru untuk murid.
Ataupun sebaliknya.

Penyimpanan dokumen dan data belajar siswa pun lebih rapi dan transparan di Edmodo. Bisa diakses untuk dilihat semua siswa. Ulangan harian, pekerjaan rumah, UTS, UAS semua bisa dilakukan melalui Edmodo.

Hal ini cukup bermanfaat untuk mengurangi resiko human error dalam proses pemberian dan perhitungan nilai.

Seperti yang pernah dialami Rhuma. Saat mengambil raport semester, tercantum di raport bahwa salah satu nilai UAS nya adalah 44. Rhuma yakin sang guru melakukan kesalahan input nilai. Karena nilai sebenarnya adalah 88. 
Ujian dilakukan melalui Edmodo. Guru memasukkan soal ke Edmodo beserta kunci jawabannya, kunci jawaban tentu saja tidak dapat diakses oleh siswa.

Siswa mengakses soal ujian dan mengerjakannya melalui aplikasi ini. Dan karena Edmodo sudah menyimpan kunci jawaban, saat siswa selesai mengerjakan ujian, Edmodo akan melakukan koreksi otomatis saat itu juga.

Beberapa menit setelah siswa selesai mengerjakan ujian, Edmodo akan menampilkan nilai ujian yang diperoleh. Dan di nomor ujian mana saja yang dijawab salah oleh siswa tsb.
Siswa dapat langsung menyimlan data nilai tersebut.

Saat terjadi kesalahan input nilai seperti yang dialami Rhuma, siswa dapat segera membuka data perolehan nilainya di Edmodo dan langsung melakukan klarifikasi kepada guru mata pelajaran yang bersangkutan.

Link unduh: www.edmodo.com



#Tantangan10Hari
#Level12
#KeluargaMultimedia
#day6

Read more

Sabtu, 03 Februari 2018

Al-Quran Hafalan


Aplikasi ini adalah yang selama ini digunakan si sulung Rhuma untuk membantu menghafal Qur'an.
Dengan ketekunan, konsistensi dan disiplin serta semangat, alhamdulillah saat ini hafalan Rhuma sudah 7 juz.

Al-Quran Hafalan ini dilengkapi fitur sebagai berikut:
-Navigasi kata/kalimat pertama setiap ayat yang mempermudah dalam menghafal Al-Quran.
-Tes hafalan, menguji pengguna berdasarkan kemampuan pengguna. Tes hafalan insyaAllah akan membantu memperbaiki hafalan pengguna.
-Warna kualitas hafalan, indikator kualitas hafalan dapat membantu pengguna fokus dalam memperbaiki kualitas hafalan setiap surat.
-Target Hafalan, Perhitungan waktu yang dibutuhkan untuk menghafal seluruh Al-Quran berdasarkan jumlah ayat per hari.
-Pemutar Murrotal, terdiri dari terdiri dari 43 Qori sehingga pengguna dapat memilih sesuai dengan selera.
-Terjemahan, terdapat tiga pelihan terjemahan dalam bahasa indonesia yaitu: Kemenag RI, Jalalin, Muntakhap. yang dapat membantu pengguna dalam memperdalam memaknai arti dari suatu ayat.
-Font Arab, terdapat empat pilihan font arap yaitu:King fahd Quran Complex, SIL International, Meor Ridzuan, dan Pakistan Data Management Services sehingga pengguna dapat memilih font mana yang sesuai.
-Font size arab/terjemah.
-Tampil/Sembunyikan terjemahan.

Berikut link unduhnya:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.dares.risky.alquranhafalan











#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia
#day3

Read more

Jumat, 19 Januari 2018

Fitrah Seksualitas: Memasak Profesional

Memasak...
Selama ini identik dengan kaum hawa dan dianggap sebagai pekerjaan feminin.

Sejauh ini, praktek pembagian tugas domestik di rumah kami sih secara umum tidak terlalu membedakan gender. Semua anak punya tanggungjawab yang sama terhadap pekerjaan rumah tangga. Menyapu, mengepel, cuci piring, cuci baju masing-masing, setrika, beberes kamar dan rumah semua dilakukan bersama.
Termasuk juga dengan memasak dalam level ringan. Seperti menanak nasi, menggoreng telur. Anak-anak juga sering berkreasi sederhana membuat masakan semau gue sesuai keinginan hati.

Ya karena saya belum menemukan referensi ayat ataupun sunnah yang menyebutkan bahwa tugas domestik rumah tangga, termasuk memasak adalah kewajiban perempuan.
Jadi ketimbang goreng telur, rebus mie instan atau masak sayur yang sederhana aja sih gak apa kali ah anak cowok juga ikutan.


Naaaah
Sejak si sulung Rhuma memutuskan masuk SMK jurusan Jasa Boga, paradigma saya jadi sedikit bergeser.
Saya jadi tahu banyak info kuliner dan memasak dari Rhuma.
Ternyata dalam level profesional, memasak itu termasuk pekerjaan lelaki.

Jangan bayangkan didominasi oleh golongan cowok melambai ya.
Karena ternyata pekerjaan di are food and beverages itu menuntut kekuatan fisik yang mumpuni. Dan seorang wanita diasumsikan tidak cukup kuat untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan fisik di dapur berstandard internasional. Angkut dan cuci piring kaca tebal hingga ribuan buah dalam hitungan waktu sekian jam. Memindahkan aneka alat masak yang berat. Dan sebagainya.

Dua minggu terakhir Rhuma memulai PKL, yang dijadwalkan akan berlangsung selama 6 bulan ke depan, di salah satu hotel berbintang di pusat Jakarta.



Jadilah setiap hari selama dua minggu ini saya mendengar kisah kasih di dapur. Hotel Sari, tempat Rhuma PKL, ternyata salah satu yang memiliki ragam jenis dapur terlengkap.

Ada dapur khusus masakan Jepang, masakan Cina, masakan western, masakan tradisional. Dapur butcher atau olah daging. Juga dapur pastry.

Hal pertama yang ditanyakan chef kepala saat bertemu Rhuma adalah "Kamu spesialis di dapur apa? Bukan pastry kan?"

Jawab Rhuma "Bukan chef. Saya hot kitchen."
Kata sang Chef, "Bagus.. Saya paling malas kalau ketemu cowok spesialis pastry. Biasanya pasti melambai."

Hohoho...
Info baru nih untuk saya.
Ternyata area pastry itu identik dengan kaum hawa. Karena membutuhkan sense  dan taste serta kelembutan juga kejelian wanita. Maka kaum adam yang nyemplung di ranah pastry, umumnya adalah mereka yang juga memiliki sense, taste, kelembutan dan kejelian wanita.



Di lain hari Rhuma berkisah tentang kunjungannya ke dapur butcher, area perdagingan. Dengan alat-alat potong daging dan tulang yang lebih mirip perkakas pertukangan. Gergaji mesin beraneka model dan ukuran. Bermacam golok super besar. Di dapur ini bisa dipastikan tak ada personel wanita hehe. Gak bakal kuat angkat alatnya, kata Rhuma.

Cerita dapur butcher membuat saya teringat kisah Mahabharata. Saat pandawa dikisahkan menyamar di negara Wirata dalam pembuangan mereka, tokoh Bima yang berbadan paling besar pun diceritakan menyamar sebagai tukang masak dan tukang potong daging di dapur istana wkwkkwkwk.

Jadi..
Masih keukeuh berpikir bahwa memasak bukanlah ranah pekerjaan lelaki?




#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak
#day16


Read more

Kamis, 18 Januari 2018

Fitrah Seksualitas: Dont Touch Me!

Tanggal 1 Januari 2018 kemarin, Rihal terjatuh dari pohon ceri di RPTRA komplek rumah kami. Lumayaaaaan hehe... Mendapat 10 jahitan di kening serta memar sedikit retak di tangan kanan.

Sehingga tangan kanannya disarankan untuk tidak digunakan beraktivitas dulu. Akibatnya, Rihal membutuhkan bantuan untuk melakukan beberapa hal. Di antaranya: mandi.

Sejak usia 5,5 tahun Rihal sudah terbiasa mandi sendiri dan bebersih istinja sendiri. Baik b.a.k maupun b.a.b...
Kali ini saat saya membantunya mandi, ternyata Rihal sudah tidak lagi mengizinkan siapapun, termasuk ibunya sendiri, untuk menyentuh area pribadi tubuhnya.

Saya diperbolehkan membantu menyiramkan air, menyabuni punggung, kaki dan tangan yang sulit dijangkaunya. Tetapi untuk tubuh bagian depan dan area pribadi depan belakang, Rihal keukeuh untuk menyabuni sendiri semampunya dengan tangan kiri.

#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkutkanFitrahSeksualitasAnak
#day14
Read more

Rabu, 17 Januari 2018

Fitrah Seksualitas: Lelaki dan Tanggungjawab

Pukul 00.00 saat saya mulai mengetik laman ini.

Malam ini kami bertujuh sekeluarga bermalam dan tidur asal ngampar di rumah Opung (kakek dalam bahasa Batak) nya anak-anak, aka mertua saya.

Karena kondisi Opung dengan kanker kelenjar getah bening stadium akhirnya yang makin mengkhawatirkan. Sejak petang tadi, beliau terus meneteskan darah hitam pekat dari mulut dan lubang hidung.

Pak suami yang sudah bersiaga sejak pagi mulai kelelahan. Mama mertua meminta semua anak cucu mantu untuk menginap. Dan disinilah kami saat ini. Tidur bergelimpang menanti entah apa pun ketentuan yang belum pasti.

Saat suami dan adik-adik ipar juga mama mertua tertidur kelelahan. Saya tak dapat  memejam mata. Tak lain dan tak bukan karena dua abege lanang saya yang juga belum bisa tertidur.

Rhuma(17) dan Roha(16) bergantian duduk tegak-condong-tegak lagi di sisi pembaringan sang Opung. Tak tenang hati meninggalkan Opung yang terus bergerak gelisah menahan nyeri dan sakit.

Bergantian menahan agar tangan Opung tak bergerak liar menarik selang-selang di tubuhnya.

Memapah sang kakek bolak balik ke kamar mandi karena Opung bersikukuh tak mau memakai diapers walau sudah sulit berdiri dan berjalan tanpa bantuan.

Saya tahu, Rhuma dan Roha lelah luar biasa. Roha berangkat sekolah selepas subuh tadi, berjibaku dengan macet jalanan. Dan sampai rumah menjelang magrib karena sepulang sekolah melatih pramuka di sekolah almamater SMP-nya.

Rhuma pun pergi dari rumah setelah solat subuh. Saat ini sedang menjalani PKL di salah satu hotel berbintang lima di pusat ibukota. Menimba pengalaman kerja nyata di dapur berstandard internasional dengan segala peralatan masak yang berat, dan tekanan pekerjaan yang tinggi demi kepuasan pelanggan.

Tapi lelah mereka ternyata tak sanggup membuat mereka tertidur. Lelah mereka ternyata tak mampu mengalahkan rasa cinta, kasih sayang dan tanggung jawab pada Opung.

Dan melihat mereka terjaga, mengambil alih peran dan tanggungjawab untuk merawat Opung, saya sebagai ibu pun tak sanggup terlelap. Walau sudah nyaris 24 jam mata saya terbuka.

Jujur. Saya terharu.
Juga sedikit tenang menyambut masa depan, masa tua saya nanti...

Menyaksikan Rhuma dan Roha mulai menjalankan fitrah mereka sebagai LELAKI.
Dan fitrah mereka untuk memanggul TANGGUNGJAWAB.
Semoga tetap istiqomah...

#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#Level11
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak
#day12
Read more

Senin, 15 Januari 2018

Fitrah Seksualitas 10 - review

Hari terakhir presentasi diisi dengan penampilan dari Kelompok 9 (mbak Khurie, mbak Selviana dan mbak Anten). Mengambil judul "Peran Penting Keharmonisan Keluarga dalam Perkembangan Fitrah Seksualitas Anak".

Meletakkan Keharmonisan pasangan suami istri sebagai landasan dasar dari penanaman fitrah seksualitas anak.

Sebab jika hubungan suami istri harmonis, maka sangat mempengaruhi dan mendukung profesionalitas saat menjalankan peran sebagai ayah dan ibu bagi anak-anak.

Dan ayah dan ibu yang berperan sesuai fungsinya,akan menjadi role model bagi anak-anak dalam proses penanaman fitrah seksualitas dari segala aspek.

Sehingga skemanya kurang lebih seperti ini:

Pasutri harmonis >> ayah dan ibu profesional >> penanaman fitrah seksualitas anak akan lebih mudah.

Kelompok 9 sangat komplit memberi tips untuk menjaga keharmonisan pasutri. Mulai dari saling memahami, keterbukaan, mengembangkan komunikasi efektif hingga tips urusan ranjang yang ternoda pun dibahas tuntas hehe...

Link materi Kelompok 9:

http://bit.ly/Presentasi_Kelompok9_BunsayIIP

#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak
#day10
Read more

Minggu, 14 Januari 2018

Fitrah Seksualitas 9 - review

Hari ke sembilan menampilkan presentasi dari Kelompok 10 ( mbak Yunita Dury dan mbak Ulfah). Penampilan tiap kelompok makin-hari makin seru dan saling melengkapi..
#laf.laf

Materi kelompok 10 ini banyak memaparkan dampak dan konsekuensi, apabila Fitrah Seksualitas dalam segala lini tidak tertanam dengan baik pada diri anak-anak kita. Bukan hanya berdampak secara fisik, dan seksual saja, namun juga dampak sosial dan spiritual.



Kelompok 10 ini juga menilik korelasi hubungan antara fitrah seksualitas dan peran orang tua. Menurut kelompok 10, ayah dan ibu yang membagi peran secara seimbang, dan dengan profesional memberi suri tauladan terhadap peran masing-masing, sangat mempengaruhi keberhasilan penanaman nilai dan membangkitkan fitrah seksualitas anak.

Karena anak-anak akan lebih menyerap nilai-nilai akan fitrah keayahan dan fitrah keibuan melalui contoh nyata yang dilihat dan dirasakan sehari-hari dari orangtua mereka.


Yess...
Saya setuju buangeeeet bagian ini.
Nilai-nilai kehidupan, termasuk nilai tanggungjawab, sebagai bagian fitrah laki-laki dan perempuan yang di masa depan akan menjadi orangtua, hanya dapat meresap mendarah daging dengan regenerasi nilai melalui contoh nyata sehari-hari, bukan melalui nasihat dan tutur-tutur kalimat berpanjang lebar tanpa ,merasakan pengalaman batin nyata.

Link materi Kelompok 10:

https://docs.google.com/document/d/1LN5adAcpJI0acRa4Fux647C6gUIMqLeQgsOr_SacpXo/edit?usp=drivesdk

#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#Level11
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak
#day9
Read more

Kamis, 11 Januari 2018

Fitrah Seksualitas 7 - review

Kelompok 7 beranggotakan master suhu mbak Natalia Intan dan mbak Tanty.  Sajian utama presentasi kelompok 7 ini adalah (menurut saya) tantangan gender yang berkaitan dengan fenomena perilaku anak-anak atau remaja yang cenderung tak sesuai dengan perkembangan usia mereka.

Adanya sebagian anak usia pra aqil baligh dan aqil baligh yang berperilaku lebih dewasa melebihi usianya. Sehingga menjadi terlalu cepat matang dan dewasa. Dan berperilaku yang belum pantas dilakukan, seperti semakin agresif mengungkapkan rasa pada lawan jenis, dan perilaku lain yang berkaitan dengan tindakan fisik terhadap lawan jenis.

Ada pula sebagian anak yang justru sebaliknya, terpapar sindrom Cinderella Complex. Sangat belum matang menurut standard usianya dan jauh dari gambaran kemandirian. 
Fenomena Cinderella Complex ini saya alami sendiri terjadi pada salah satu murid saya. Di usia 12 tahun (kelas 7) tapi belum bisa memasangkan kancing baju sendiri. Belum bisa memakai tali sepatu sendiri. Belum bisa berpakaian sendiri.
Keterampilan sangat dasar sebagai manusia belum di kuasai di usia yang sudah memasuki masa aqil baligh.

Menurut mbak Intan dan mbak Tanty, untuk menghindari fenomena-fenomena tersebut di atas, sangat penting untuk memberikan sumber literasi dan informasi yang sesuai dengan tahapan usia setiap anak. Juga pembagian peran yang seimbang antara Ayah dan Ibu dalam pola asuh dan kehidupan sehari-hari.

Link materi Kelompok 7:

https://drive.google.com/open?id=10foyAjPC7U8JRF4cYxoxOT7huWt2oOwm

#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitas
#day7
Read more

Rabu, 10 Januari 2018

Fitrah Seksualitas 6 - review

Game level 11 ini memang luarrrr biasaaah..
Setiap hari selalu ga sabar menanti tayangan presentasi teman-teman Kelas Bunsay di grup.
Selalu ada hal baru, ilmu baru, sudut pandang baru yang bisa diambil dari presentasi teman-teman tersayang ini.

Semalam giliran kelompok 6 yaitu, mbak Dian Oktoria, mbak Inten Ratna dan mbak Ira Murdiyaningsih yang menyampaikan presentasi mereka.
Mengambil tema besar tentang antisipasi dan pencegahan virus LGBT sejak dini.

Buanyak info baru yang saya bintangi di grup wa semalam hehe.

Menurut kelompok 6, salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran gerakan LGBT adalah dengan mendidik fitrah seksualitas anak sejak dini, yaitu sejak usia 0-6 tahun.

Salah satu point yang menjadi perhatian saya adalah tentang pentingnya posisi tidur miring ke kanan sesuai sunnah Rasulullah. Saya baru tahu bahwa ternyata ada peran penting dari posisi tidur miring ke kanan ini terhadap fitrah seksualitas dan syahwat manusia.



 💬 Kenapa posisi miring ke kanan gak kekiri atau tengkurap❓

📌 Menghindarkan anak dari sesuatu yang dapat menimbulkan rangsangan seksual

✍ Diantara tanggung jawab terbesar yang diwajibkan islam kepada pendidik (orang tua) ialah menghindarkan anak dari segala yang membangkitkan rangsangan seksual dan segala hal yang merusak akhlak sedini mungkin salah satu solusinya adalah dengan melatih anak tidur dalam posisi miring ke kanan.

✍ Rosulullah SAW mengajarkan kita dan anak kita tidur dengan posisi miring ke kanan seperti yang sudah tercantum point 7 diatas.

Posisi yang demikian akan mencegah timbulnya nafsu syahwat bagi si anak. Sementara itu, Rosulullah SAW juga menjelaskan tentang cara tidur setan, yaitu *tidur dengan posisi telungkup atau tengkurap, yang dapat mempengaruhi nafsu syahwat.*

Oleh karena itu, jika orang tua melihat dan menemukan anaknya tidur dalam posisi tengkurap, maka hendaklah orang tua mengubah posisi tidur anaknya dan mengarahkan anaknya agar mencontoh cara Rosulullah SAW.


Beberapa point penting dalam mendidik fitrah seksualitas pada anak usia dini adalah:

1. Buat Anak Mengerti Tentang Identitas Seksualnya.

  • Anak sudah harus bisa mengetahui identitas seksualnya sejak berusia 3 tahun

2. Rawat Rasa Malu yang Fitrahnya Ia Rasakan ketika Bagian Tubuhnya Terlihat Orang Lain.

  • Biasakan untuk tidak mengumbar aurat anak sejak usia bayi.

3. Ajarkan Anak Melindungi Dirinya dari Kejahatan Seksual

  • Antara lain dengan mengajarkan jenis-jenis sentuhan aman dan tidak aman

4.Latih Anak Mengucapkan Salam dan Meminta Izin ketika Masuk Rumah atau Kamar Orangtua

  • Biasakan anak untuk meminta izin sebelum memasuki kamar orangtua atau saudara kandungnya.

5. Biasakan Anak untuk Menundukkan Pandangan 

  • Latih anak untuk menundukkan pandangan terutama terhadap lawan jenis.

6. Latihlah Anak untuk Menutup Aurat

  • Ajarkan anak untuk berpakaian sesuai syariah sejah usia dini.

7. Latih Anak Tidur dalam Posisi Miring ke Kanan

8. Mulai Pisahkan Tempat Tidur Anak

  • Maksimal usia 10 tahun anak sudah harus tidur terpisah dari orangtua.

9. Jauhkan Anak dari Ikhtilat (campur baur antara laki-laki dan perempuan).

Link materi Kelompok 6:

https://drive.google.com/file/d/1-ySi3TexHeVICGvdpIpE5vO8ed0nyB--/view?usp=drivesdk


#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitas
#day6






Read more

Selasa, 09 Januari 2018

Fitrah Seksualitas 5 - review

Presentasi kelompok 5. Melihat list nama member kelompok 5 saja sudah membangkitkan minat saya..
Kenapa?
Karena manusia-manusia penghuni kelompok ini adalah mereka yang berjiwa muda dan luarrrr biasa kreatifnya..
Terdiri dari mbak Sophia, mbak Anggita dan mbak Utami.

Kelompok 5 memilih pembahasan tentang antisipasi dan pencegahan terhadap pelecehan seksual anak sebagai main course sajian presentasi mereka.

Mereka memperkenalkan Workshop CHILD SAFETY AND SECURITY sebagai salah satu langkah antisipasi pencegahan 'sex abuse' pada anak.


Workshop Child Safety and Security ini mengadaptasi konsep lampu lalu lintas. 
Seperti lampu lalu lintas, ajarkan anak untuk mengenali bagian-bagian tubuh yang termasuk kategori area "boleh sentuh" atau tidak. (lihat gambar di atas)

lampu merah = berhenti, 
lampu kuning = hati-hati, dan juga 
lampu hijau = boleh.



Child Safety and Security sudah bisa diperkenalkan pada anak mulai usia 2 tahun. Alat peraga yang digunakan juga sangat sederhana. Bisa berupa karton dan spidol warna merah, kuning, hijau.

Untuk menanamkan awareness pada anak sebagai antisipasi kejahatan seksual, workshop sederhana ini bisa dilakukan berulang setiap 6 bulan sekali.


Link materi kelompok 5:

https://drive.google.com/open?id=1u8XpW8V2MvtygZ-G-mbhbq7OwA5XGmvW

#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitas
#day5

Read more

Minggu, 07 Januari 2018

Fitrah Seksualitas 3 - review

Kelompok 3 di kelas Bunsay Tangerang Tangsel adalah mbak Mega dan saya sendiri. Dan kemarin adalah giliran kami melakukan presentasi untuk game level 11 ini. Dan berikut sedikit ulasannya....

Karena Fitrah Seksualitas sejatinya tak melulu berkisah seputar selangkangan semata, maka kami mencoba mengulas Fitrah Seksualitas dari sisi yang lain.

Yang pertama kami tentukan adalah metode edukasi. Memutuskan menggunakan ASK TO SOLVE (ATS) sebagai metode edukasi.

Aturan main dari ATS ini sangat sederhana, yaitu:

🍭 Berikan satu *keywords/ tema pada anak-anak. (notes: keywords dapat berbentuk gambar, dongeng, tayangan dll)

🍭 Minta anak untuk *membuat beberapa pertanyaan* berkaitan dengan keywords yang diberikan. (kali ini kami meminta setiap anak untuk membuat 2-3 pertanyaan)

🍭seluruh pertanyaan yang terkumpul akan dibahas bersama.

🍭sebutkan pertanyaan satu per satu, dan tawarkan pada anak-anak apakah ada yang *mau/bisa* menjawab. 

🍭jika tidak ada yang bisa menjawab, maka jawaban akan dicari bersama dengan bantuan media literasi yang ada (buku bacaan, internet dll)


Notes untuk para orangtua:

Ga usah  baper tak perlu gengsi jika tak bisa menjawab (itulah fungsinya bahan literasi diciptakan di muka bumi) ...
Pertanyaan anak-anak seringkali tak terduga bikin bengong

*dijamin* akan ada (mungkin banyak) pertanyaan ananda yang membuat kita speechless tak berdayaaaa... (ada pelangi di bola matamuuu... #eh?)

Setelah beberapa tahun mengaplikasikan ATS ini dalam beragam tema dan topik,saya makin membuktikan betapa dahsyat dan luar biasanya THE POWER OF ASKING dalam melatih kemampuan berpikir kreatif.



Dan ternyata banyak sekali manfaat kegiatan ini, antara lain:

✅ Melatih anak untuk jeli menemukan masalah dan mengatasinya (problem solver)
✅ Melatih daya juang anak untuk mencari solusi
✅ Melatih anak untuk berani 'speak up' dan bertanya
✅ Melatih rasa percaya diri
✅ Melatih berpikir kritis dan kreatif
✅ Melatih anak untuk memahami, bahwa untuk satu obyek yang sama, bisa jadi ada berbagai pendapat dan sudut pandang yang berbeda
✅ Melatih anak menghargai perbedaan pendapat dan sudut pandang
✅ Melatih anak untuk bersabar (antri untuk bertanya dan menunggu pertanyaannya terjawab)
✅ Melatih anak mendengar aktif
✅ Sarana mempererat bonding keluarga


Berkaitan dengan tema FITRAH SEKSUALITAS, maka keyword yang kami berikan kali ini adalah:

PERBEDAAN LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN


Seperti biasa, pertanyaan-pertanyaan yang terkumpul sangat warrrrbiyaaasaaahhhh...
Membuat kami tepuk jidat, mengernyit dan ingin angkat bendera putih...

Karena untuk beberapa pertanyaan, membuat kami bingung bahkan untuk sekedar menuliskan keyword di laman google saat akan mencari referensi jawabannya.


Inilah keseluruhan pertanyaan dan link penjelasan logis jawabannya:
Pertanyaan Acha (8th)
1⃣ Kenapa suara laki-laki bisa berubah?

http://m.detik.com/health/read/2011/05/15/100548/1640058/763/

 http://palingseru.com/71525/ini-alasan-kenapa-pria-punya-jakun-dan-wanita-tidak-kamu-mau-tahu

2⃣ kenapa laki-laki punya jakun, perempuan tidak?

Pertanyaan Virnie (10th)
 https://www.motherandbaby.co.id/article/2017/5/12/8015/Inilah-Penyebab-Anak-Perempuan-Jadi-Tomboy

3⃣Kenapa anak perempuan bisa tomboy?

 http://campurartikelku.blogspot.co.id/2015/08/6-fakta-unik-tentang-bokong-cewekcowok.html?m=1

4⃣ Kenapa bokong wanita lebih besar daripada laki-laki? 🙈😁

 https://www.hipwee.com/hubungan/5-alasan-kenapa-cewek-dianggap-makhluk-paling-manja-sedunia-oleh-cowoknya/

5⃣ Kenapa wanita lebih manja daripada laki-laki? 😋

Pertanyaan Azza (11th)
 http://www.konsultasislam.com/2011/05/apakah-suara-wanita-aurat.html?m=1

6⃣mengapa suara perempuan termasuk aurat, tidak seperti laki-laki?

 http://hafizamri.com/adakah-suara-wanita-itu-aurat/

6⃣ mengapa suara perempuan termasuk aurat?

 http://www.ummi-online.com/bolehkah-wanita-menjadi-imam-shalat.html


7⃣ kenapa perempuan tidak boleh menjadi imam sholat berjamaah di mesjid?

 https://almanhaj.or.id/122-hukum-adzan-dan-iqomat-bagi-wanita.html

8⃣ kenapa perempuan tidak boleh adzan di mesjid?

 http://www.fikihkontemporer.com/2012/11/hukum-adzan-bagi-wanita-dan-alasannya.html?m=1

8⃣ kenapa perempuan tidak boleh adzan di mesjid?

Pertanyaan Raymahi (12th)
 https://www.kompasiana.com/syahirulalimuzer/laki-laki-memang-seharusnya-melindungi-perempuan_5734097283afbdb426136775


9⃣ kenapa laki-laki harus melindungi perempuan?

 https://m.merdeka.com/teknologi/ini-perbedaan-penting-antara-tubuh-pria-dan-wanita.html

Penjelasan tambahan untuk pertanyaan no 9⃣

Untuk menjelaskan perbedaan anatomi yang menyebabkan perbedaan kekuatan tubuh laki-laki dan perempuan

Pertanyaan Rihal (8th)

 http://rikzamaulan.blogspot.co.id/2011/05/hukum-menyerupai-laki-laki-menyerupai.html?m=1


🔟 kenapa kalau solat perempuan ga boleh pakai peci ?

1⃣1⃣ Kenapa kalau solat laki2 ga boleh pakai mukena

 http://syahidahnurrohmah.blogspot.co.id/2013/01/keutamaan-memakai-sorban.html?m=1


1⃣3⃣ kenapa orang arab pakainya sorban? Orang indonesia pakai peci?

#emakmanyun 😪 https://m.kumparan.com/@kumparanstyle/mengenal-thawb-gamis-pria-arab-yang-menjadi-simbol-kesederhanaan.amp

1⃣4⃣ Kok baju laki-laki Arab juga seperti daster perempuan?

#pertanyaan ini sempat bikin bingung, keywords apa ya yg harus diinput untuk gugling 🤷‍♀

Alhamdulillah dapat bala bantuan dari mb mega 😘😘😘
Mauliate kakak mega
http://www.duniaeni.com/2016/11/baju-pria-dan-sejarah-baju.html?m=1

Penjelasan tambahan pertanyaan no 1⃣4⃣


Merujuk pada pertanyaan-pertanyaan di atas...
Maka kami menyimpulkan bahwa:

🔱Kebutuhan edukasi  untuk *Acha, Virnie dan Rihal* saat ini adalah:

Fitrah Seksualitas yang berkaitan dengan
⏩ perubahan fisik laki-laki dan perempuan
⏩ sisi psikologis laki-laki dan perempuan
⏩ perbedaan perilaku laki-laki dan perempuan

🔱kebutuhan edukasi bagi *Azza dan Raymahi* yang jelang memasuki masa akil baligh adalah:

Fitrah seksualitas yang berkaitan dengan
⏩ aspek sosial dan spiritual laki-laki dan perempuan 
⏩ perbedaan fungsi/peran/tugas laki-laki dan perempuan, baik secara nilai dan norma masyarakat maupun secara hukum Qur'an Hadist..
Sebagai persiapan untuk menjalankan peran sebagai *suami/istri serta ayah/ibu* di masa depan

Link materi Kelompok 3:

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10209099315714819&id=1676616764

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10209115042747985&id=1676616764

#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitas
#day3

Read more

Fitrah Seksualitas 2 - review

Kelompok 2 untuk game level 11 Kuliah Bunsay Tangerang Tangsel digawangi oleh mbak Amlika, mbak Wulan dan teh Kurmiyati, yang menyebut diri mereka sebagai tim Menari

Tim Menari mengupas FITRAH SEKSUALITAS dengan menyoroti sisi biologis pada umumnya, dan orientasi seksual khususnya. Membalut pembahasan Fitrah Seksualitas ini dengan banyak ayat dan dalil penunjang secara Quran Hadist.

Kelompok 2 ini sangat lengkap memberikan referensi ayat dan dalil. Sehingga kesimpulan utama saya setelah menyimak video dan penjabaran materi tim Menari adalah:

Masa boleh berganti. Zaman bisa jadi makin edan. Tantangan hidup berkaitan dengan fitrah seksualitas manusia juga makin menantang. 

Tapi Allah tidak  memberikan tantangan dan ujian tanpa menyediakan "tools" dan senjata untuk menghadapinya.

 Semua amunisi untuk menghadapi tantangan apa pun sudah tersedia lengkap dan komplit dalam kitabNya.


Link materi Kelompok 2

https://docs.google.com/document/d/1vy_0mRq6sfucVgLwyzQC4uW61-1SsT7qyf_UBSK_084/edit?usp=drivesdk

https://drive.google.com/file/d/1gjpZUp1KfGtLSsNEowajfzqXS-_H8cAe/view?usp=drivesdk

#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak
#day2
Read more

Jumat, 05 Januari 2018

Fitrah Seksualitas 1 - review

Kelas Bunsay Tangerang Tangsel batch 1 saat ini memasuki game level 11.
Kali ini kami bekerja sebagai tim dengan peserta lain (saya berada satu tim dengan kakak Mega Amdayana .. Yeaaaayyy...)

Tema game level 11 ini adalah FITRAH SEKSUALITAS. Setiap hari ada satu tim yang melakukan presentasi tugas.

Presentasi pertama kemarin dipersembahkan oleh kelompok 1, yaitu mbak Nani Nurhasanah dan mbak Irma.
Menampilkan materi yang ciamik dengan menggunakan media video motion yang kece badai.. (hmmmmppph saya sih nyerah deh kalau disuruh bikin video motion macem tuh #pemalas)


Mbak Nani dan mbak Irma menyorot isu LGBT dan antisipasinya sebagai konten utama bahasan presentasi mereka.
Berikut secuplik materi video motionnya:



Dan berikut solusi untuk mengantisipasi tantangan LGBT dan hilangnya sosok ayah-ibu menurut mbak Nani dan mbak Irma


Sedikit tambahan tentang LGBT berdasarkan referensi yang saya tahu.
Lesbi/gay itu BERBEDA dengan transgender.

Lesbi dan gay adalah orientasi ketertarikan seksual kepada sejenis. Perempuan ke perempuan. Atau lelaki ke lelaki.

Sedangkan transgender itu berkaitan dengan soul/jiwa yang berada dalam tubuh yang salah. Misalnya merasa jiwanya sebagai perempuan tetapi berada di tubuh laki-laki.

Karena itulah kaum gay tak selalu melambai (bahkan banyak yang memiliki tampilan macho) atau ingin berganti kelamin menjadi wanita. Sebab seorang gay belum tentu juga seorang transgender.

Ambil contoh kasus Bruce Jenner, mantan atlet macho olimpiade yang berganti kelamin menjadi wanita. Padahal punya anak dan istri.
Sebab secara Bruce  Jenner adalah transgender (secara fisik adalah lelaki, tapi memiliki jiwa perempuan) yang memiliki orientasi seksual kepada perempuan.

Sehingga dalam kacamata kaum transgender dianggap sebagai lesbi transgender.. Karena berjiwa perempuan dan memiliki orientasi seksual kepada perempuan.


Atau seperti pada kasus Ian n Joey Mead King, sosialita Filipina. Ian dan Joey adalah sepasang suami istri.
Awalnya Ian dikenal sebagai cowok ganteng macho pebisnis sukses. Sedangkan Joey seorang model dan presenter cantik. Mereka saling mencintai, menikah dan memiliki rumah tangga idaman.
Hingga Ian memutuskan menjadi transgender bernama Angelina.

Ian/ Angelina dan Joey tetap bersatu dalam tali pernikahan. Karena orientasi seksual Ian bukan kepada laki-laki, tapi ke perempuan, sehingga cintanya tetap adalah Joey. Dan Joey dapat menerima dan mencintai Ian apa adanya.



Link materi Kelompok 1:

http://bit.ly/FitrahSeksual

#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

  • #day1


Read more

Selasa, 05 Desember 2017

TIDAK MAU..!!!

Siti dan Echa sedang asyik bermain congklak di taman. Seru sekali tampaknya mereka bermain. Permainan tengah berlangsung, saat tiba-tiba Nizam datang menghampiri mereka.

"Siti, Echa ikutan yuk main gobak sodor. Kurang nih orangnya. Kalau kalian ikut jadi pas." ajak Nizam.
"Yaaah tapi kami belum selesai nih main congklaknya. Gak mau ah..." sahut Echa.

"Yah elaaah.. Kan lebih seru main gobak sodor Cha.. Lebih rame. Ayo dooong. Masih kurang nih orangnya." bujuk Nizam.
"Tapi kan kita juga lagi main congklak Nizam.." jawab Siti.

"Hadeeeh.. Apa enaknya sih main congklak. Mainan gak jelas gitu. Udah deeh mendingan juga ikutan main gobak sodor. Lebih ramai lebih seru. Ayo laaah." Nizam mulai memaksa.
"Gak mau Nizaaam.. Jangan maksa dong.." bentak Echa.
"Iya nih Nizam.. Maksa banget sih." sungut Siti

"Tapi kurang nih orangnya kalau kalian gak ikutan. Udah deh main congklaknya nanti aja lagi kenapa sih. Aku acak-acak nih ya biji congklaknya kalau kalian gak mau ikut main gobak sodor..." ow ow ow Nizam mulai mengancam.
"Ih apaan sih Nizam.. Awas ya kalau sampai diberantakin congklaknya!!!" teriak Echa dan Siti.

Teman-teman yang lain pun mulai datang mendekat melihat keributan itu. Termasuk Kak Chika yang kebetulan sedang melintas di taman.

"Loh.. Ini kenapa kok jadi ribut?" tanya Kak Chika.
Siti, Echa dan Nizam pun berebut sahut menyahut menceritakan kronologis cerita pada Kak Chika.

"Siti gak mau ikut main gobak sodor?" tanya Kak Chika.
"Ya kan kita masih main congklak Kak.." jawab Siti.

"Kalau Echa? Kenapa gak mau ikut main gobak sodor?" kali ini Kak Chika menoleh ke Echa
"Bukan gak mau sih Kak.. Tapi main congklaknya belum selesai. Tanggung, sebentar lagi selesai. Kalau sudah selesai main congklak aku mau ikut main gobak sodor sebenarnya." papar Echa menjelaskan.

"Naaah iyaaaa.. Aku juga sebenarnya mau. Tapi aku gak suka Nizam maksa-maksa gitu." sahut Siti.

Kak Chika melirik Nizam yang tertunduk diam. "Boleh gak Kakak kasih saran?... Gimana kalau Nizam tunggu sebentaaar aja sampai Echa dan Siti selesai main congklak. Kelihatannya sebentar lagi sudah selesai kok tuh. Biji congklaknya sudah tinggal sedikit yang belum masuk ke lumbung. Setelah itu nanti Echa dan Siti ikutan deh main gobak sodor. Gimana? Mau gak kalau seperti itu?"

Echa dan Siti langsung mengangguk "iya.. Iya.. Mau.. "
"Nizam bagaimana? Setuju gak?" tanya Kak Chika.
Nizam melirik ke arah papan congklak sejenak "mmmm... Iya deh mau. Maaf ya tadi aku maksa-maksa."

Siti dan Echa pun melanjutkan permainan congklak. Tak lama kemudian mereka bergabung dengan Nizam dan teman-teman yang lain berlarian main gobak sodor di lapangan di tengah taman.

####

Pesan moral:
1. Hargailah keinginan orang lain.
2. Dan selama keinginanmu tidak merugikan orang lain, maka tidak ada orang yang berhak memaksakan keinginan mereka padamu.
3. Kamu selalu boleh menolak melakukan apapun yang tidak ingin kamu lakukan.

###

Cerita kali ini terinspirasi dari curhat salah seorang teman baik tentang kasus pemalakan yang dialami oleh seorang siswa SMA.
Cuma rasanya kok terlalu ekstrim ya kalau saya mengangkat tema pemalakan ke dalam kisah dongeng sederhana yang diperuntukkan untuk anak berusia di bawah 10 tahun hehe.
Akhirnya jadilah tema pemaksaan, versi lebih lembut dari pemalakan, sebagai ide cerita kali ini.

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
#Day4

Read more

Senin, 04 Desember 2017

UAS OH UAS

Sudah seminggu ini, setiap hari Ines berkunjung ke UKS sekolah. Ada saja obat yang dimintanya pada Bu Reni, guru pengawas UKS. Entah itu hanya minyak kayu putih untuk menghangatkan tangan dan perut. Atau pereda nyeri untuk meringankan pusing. Sekali waktu juga minta obat maag karena perut melilit. Obat diare pun tak ketinggalan dimintanya.

Bukan hanya UKS, toilet sekolah pun menjadi salah satu tempat favoritnya seminggu terakhir ini. Andai bisa bersuara, mungkin toilet sekolah akan berkata bosan dikunjungi Ines sehari 5x macam sholat wajib lima waktu.

Bu Reni pun mengernyit bingung setiap kali melihat Ines masuk UKS. "Kenapa lagi Ines? Kamu sebetulnya kenapa akhir-akhir ini kok langganan ke UKS?"

"Gak tahu Bu... Saya selalu seperti ini setiap kali mau UTS atau UAS." jawab Ines.
"Ohya?!!! Sakit-sakitan begini tiap jelang ujian?"
Tanya Bu Reni takjub.

"Iya Bu..."
"Sakit apa saja yang dirasakan tuh Nes?" sambung Bu Reni
"Ya seperti ini Bu.. Tangan keringatan terus, jantung saya dag dig dug terus, seperti lebih cepat detaknya. Sering pusing. Perut melilit karena maag. Buang-buang air besar. Susah tidur, gelisah terus rasanya..." keluh Ines lesu.

"Kamu takut ya menghadapi UAS minggu depan?" ujar Bu Reni lembut
"Iyaaa Buuu...." rengek Ines
"Apa yang ditakutkan? Nilai kamu toh aman-aman aja kayaknya.." kata Bu Reni bingung.
"Takut saya gak bisa kerjain. Takut saya lupa rumus dan materi. Takut nilai saya jelek." Ines menjelaskan
"Kamu sudah mulai nyicil belajar dari sekarang kan untuk UAS minggu depan?"
"Sudah dong Bu.. Mama saya tiap hari di rumah selalu mengingatkan belajar dan latihan soal untuk persiapan UAS." jawab Ines mantab.

Bu Reni terlihat merenung sesaat sebelum berkata  "Hmmmm..... Nanti pulang sekolah bisa ga kamu mampir kesini lagi sebentar aja sebelum kamu pulang?"
"Bisa Bu... Baik, nanti saya kesini lagi." janji Ines

Saat bel waktunya pulang sekolah berdering, Ines bergegas menuju UKS untuk memenuhi janjinya pada Bu Reni.
Ketika Ines melangkah masuk ke dalam UKS, ternyata bukan hanya Bu Reni yang menunggunya. Tetapi ada juga Dinda dan Ganez.
"Hai Ines... Ayo sini kita ngobrol sebentar. Sembari nunggu Yudha dan Gia datang ya.." sambut Bu Reni ramah.

Tak lama menunggu, Yudha dan Gia pun bergabung dengan mereka. Semua duduk melingkar di lantai UKS. Bu Reni memegang karton dan spidol untuk menulis.

"Baik, semua sudah lengkap. Saya minta kalian berkumpul disini sebentar saja, karena saya ingin tahu, apa sih pendapat kalian tentang UAS dan UTS. Semacam survey iseng kecil-kecilan saja. Saya mau dengar dari Dinda dulu, lalu Ganez. Setelah itu Yudha dan Gia ya. Terakhir baru Ines." Bu Reni menjelaskan.

Dan satu per satu murid pun memberikan pendapat.

Kata Dinda: "UAS dan UTS itu ya sama saja kok kalau untuk saya. Gak ada bedanya dengan latihan soal sehari-hari dan PR. Hanya jumlah soalnya aja yang lebih banyak."

Menurut Ganez: "UAS itu ujian aku senang.. Ya dibikin senang aja. Seperti kata Dinda. Sama aja lah seperti latihan soal tiap hari. Saya juga gak pernah ada persiapan khusus atau belajar extra untuk UAS. Apa bedanya? Tiap hari juga biasa kan ngerjain soal latihan... Cuma ada kartu ujiannya aja kan. Dan ruang kelasnya dicamput dengan adik atau kakak kelas. Gitu aja. Malah enak bisa kenalan dan ngobrol-ngobrol sama adik atau kakak kelas."

Pendapat Yudha: "UAS itu ujian asal selowww.. Saya senang bangeeet kalau UAS atau UTS. Karena bawa buku cuma sedikit. Jadi tas ga berat. Enak karena masuk sekolahnya jadi sedikit lebih siang dari pada biasanya. Yang paling asyik... Kalau UAS atau UTS ituuu kita pasti pulang sekolah lebih cepat dari biasanya.. Bisa cepat pulang ke rumah dan santai-santai tidur siang hahaha.."
Jawaban Yudha sontak disambut gemuruh tawa teman-temannya. Sekaligus juga diamini dan disetujui oleh yang lain.

Nah kalau kata Gia: "UAS dan UTS sih ga perlu persiapan belajar khusus yang bikin capek otak dan malah bikin stress atau tegang. Gak perlu extra buka buku nanti malah tegang kepikiran ntar dapat nilai berapa ya, bisa gak ya... Malah gak masuk nanti pelajarannya. Buku saya adalah seluruh lingkungan di sekitar saya. Bukan sekedar tumpukan kertas tebal yang dibaca sampai mata capek. Kalau gak terlalu sibuk belajar, dapat nilai berapa pun saya jadi lebih bisa mensyukuri nilai yang saya dapat. Berapa pun itu. Ya berarti segitu lah rejeki saya dari Allah.

Tapi kalau saya terlalu forsir belajar, kayaknya malah jadi susah bersyukur dengan nilai yang saya dapat. karena sepertinya malah jadi terlalu bergantung pada kemampuan diri sendiri, terlalu yakin pada diri sendiri. Jadi lupa bahwa nilai ulangan yang saya dapat pun adalah rejeki dari Allah.

yang mungkin sudah ditulis qodarnya oleh Allah 50 ribu tahun sebelum bumi diciptakan."

Saat tiba giliran Ines mengutarakan pendapat, Ines bingung harus berkata apa. Semua pendapat teman-temannya tentang ujian adalah sudut pandang baru yang belum pernah terpikir olehnya.

Saat Ines hanya diam tak bersuara, Bu Reni seolah memahami. Berterimakasih pada Dinda, Ganez, Yudha dan Gia yang sudah meluangkan waktu, lalu mempersilahkan mereka semua untuk pulang.

Ines menjadi orang terakhir yang melangkah keluar pintu UKS. Bu Reni menggamit tangannya, dan memberikan gulungan karton.
"Ini saya tuliskan rangkuman pendapat teman-teman tadi disini. Ini untuk kamu. Semoga bisa membantu kamu lebih tenang menghadapi ujian ya..."

Ines tersenyum lebar dan berterimakasih. Dan mendadak langkah Ines menuju rumah menjadi sangat ringan.

#################

Ide cerita kali ini terinspirasi dari diskusi panjang hari ini tentang UAS di salah satu grup wa parenting. Tentang persiapan ortu menyikapi dan membantu anak-anak mereka menghadapi UAS yang sedang berlangsung di banyak sekolah.

Kekhawatiran Ines adalah pengalaman pribadi nyata dari salah satu teman sesama member grup parenting asuhan Abah Ihsan.

Pembahasan UAS sejak pagi, membuat saya tertarik ingin mengetahui pendapat 5R tentang UAS.
Jadilah saat 1821 petang tadi, saya memancing ingin tahu pendapat dan perasaan anak-anak saya di rumah berkaitan dengan UAS.

Pendapat tokoh Dinda dalam cerita di atas, adalah sudut pandang Azza (11th) terhadap UAS.

Apa yang dikatakan tokoh Ganez, merupakan pendapat Ai (12th) tentang UAS.

Opini tokoh Yudha dan Gia dalam kisah di atas, mewakili cara berpikir Roha(15th) dan Rhuma (16th) terhadap UAS.

Sementara jawaban Rihal(8th) saat ditanya pendapatnya tentang UAS, adalah: "Emang beda ya UAS sama belajar biasa? Kan sama-sama masuk sekolah. sama-sama ngerjain soal.... Eh Iya beda deh. Kalau UAS UTS kerjain soalnya di kertas ulangan. Kalau biasanya kerjainnya di buku tulis."

Eaaaaaaaaaaa

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#grabYourImagination
#day3
Read more

Minggu, 03 Desember 2017

PERASAAN NIGO

Hai, namaku Nigo.
Aku adalah tas milik Rihal. Aku bahagiaaaa sekali dimiliki oleh Rihal. Sebab Rihal adalah anak yang soleh, ceria dan selalu penuh semangat.



Warnaku merah cerah, seperti wajah Rihal yang selalu cerah. Jahitan tubuhku sangat rapih juga kuat. Sebab aku harus menjadi tas yang kuat, karena aku-lah yang bertugas membantu Rihal membawa barang kebutuhannya kemana pun.

Di pagi hari, Rihal selalu dengan telaten memasukkan buku-buku sekolahnya ke dalam tubuhku. Lalu aku akan mendampingi Rihal belajar di sekolah. Terkadang Rihal berjalan santai, tak jarang pula berlari-lari. Dan tugasku sangatlah penting untuk menjaga semua buku dan alat tulisnya agar tetap aman tersimpan, tak ada yang hilang.

Manakala sore menjelang, Rihal biasanya mengeluarkan semua buku sekolah dari tubuhku. Lalu menggantikannya dengan Juz'amma dan Iqro serta buku doa harian. Kemudian kami akan menuju mesjid bersama.
Yaaa.. Sore hari saatnya Rihal mengaji.
Nyaman dan tenang rasanya mendengarkan Rihal melantunkan ayat-ayat suci dan doa-doa yang menyentuh hati.

Itulah kenapa kain tubuhku ini terbuat dari bahan yang tebal dan anti air. Agar aku bisa melindungi semua Juz'amma, iqro dan buku doa Rihal agar tak kepanasan atau basah kehujanan.
Hehe... Tugasku sangat mulia kan?

Tapi....
Hari ini aku sedih.
Sepulang sekolah tadi, Rihal tidak menyimpanku dalam lemari buku seperti biasanya.
Tadi dia melemparkan tubuhku begitu saja ke lantai.
Rasanya sakit sekali saat tubuhku terbanting ke lantai dingin.
Berjam-jam aku dibiarkan tergeletak miring. Terlupakan..
Buku-buku dan alat tulis di dalam pun jadi berantakan.

Tapi..
Yang paling membuatku sedih adalah..
Ketika Rihal berlarian di dalam rumah, tak sengaja kakinya tersandung tubuhku.
Aduh...
Pasti sakiiit sekali rasanya bagi Rihal..
Sungguh tak tega aku melihatnya meringis kesakitan.
Karena Rihal anak yang kuat, dia tidak menangis sedikit pun.
Aku jadi lega melihat Rihal tetap bisa tersenyum dan tertawa.
Semoga saja itu berarti dia tidak terlalu kesakitan karena terjatuh.

Aaah..
Alhamdulillah..
Ternyata tersandung dan terjatuh itu juga membawa hikmah.
Rihal sepertinya baru tersadar bahwa dia belum menyimpan aku pada tempatku.
Setelah beberapa saat meringis kesakitan dan mengelus lututnya,
Rihal bangkit dan meraih diriku.
Lalu menenteng dan membawaku, menyimpanku di dalam lemari buku, tempat favoritku.
Tempat dimana aku seharusnya berada di rumah ini.
Senangnya hatiku.
Karena ternyata Rihal tidak melupakanku.
Dan tetap menjagaku, merawatku.
Seperti aku menjaga buku-buku dan alat tulisnya.
###

Cerita ini terinspirasi saat melihat kelalaian Rihal meletakkan tas pada tempatnya di suatu siang sepulang sekolah.

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
#day2


Read more
Designed By Risa Hananti. Diberdayakan oleh Blogger.